Peningkatan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Kelas VI melalui Kegiatan Pembuatan Kompos dari Sampah Organik pada Pembelajaran IPAS di SD Negeri 08 Bingin Teluk
Keywords:
Sikap Peduli Lingkungan, Sampah Organik, Pembuatan Kompos, IPAS, Sekolah DasarAbstract
Sikap peduli lingkungan perlu ditanamkan sejak sekolah dasar melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembuatan kompos dari sampah organik serta perubahan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan siswa kelas VI SD Negeri 08 Bingin Teluk dalam menjaga lingkungan. Kegiatan melibatkan 26 siswa melalui penyampaian materi, tanya jawab, dan praktik langsung pembuatan kompos. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta perbandingan hasil penilaian sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah organik meningkat dari 30% menjadi 80%. Kesadaran terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan meningkat dari 40% menjadi 90%. Keterampilan membuat kompos meningkat dari 20% menjadi 70%, sedangkan pemahaman tentang manfaat kompos meningkat dari 40% menjadi 90%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang disertai praktik memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mengenali, mengolah, dan memanfaatkan sampah organik. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengenalkan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan sekolah. Dengan demikian, praktik pembuatan kompos dapat digunakan sebagai kegiatan pendukung pembelajaran IPAS untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan siswa. Pembiasaan dan pendampingan lanjutan tetap diperlukan agar sikap tersebut berkembang menjadi perilaku sehari-hari.
References
Alim, M. Z., Triono, A., & Yudhi, R. (2023). The right to environmental cleanliness through waste management in West Lampung Regency. Annals of Justice and Humanity, 2(2), 53-63. https://doi.org/10.35912/ajh.v2i2.1819
Arihati, D. B., Nugraheny, D. C., Kusuma, A. P., Vioreza, N., & Kurniasari, N. (2019). Pemanfaatan Limbah Sayuran Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pupuk Cair dan Pupuk Kompos. Jurnal Penamas Adi Buana, 2(2), 1-6.
Chen, W., & Yu, S. (2019). A longitudinal case study of changes in students’ attitudes, participation, and learning in collaborative writing. System, 82, 83-96. https://doi.org/10.1016/j.system.2019.03.005
Du Plessis, P., & Mestry, R. (2019). Teachers for rural schools–a challenge for South Africa. South African Journal of Education, 39. https://doi.org/10.15700/saje.v39ns1a1774
Gunansyah, G., Zuhdi, U., & Rohadatul'Aisy, M. (2021). Sustainable development education practices in elementary schools. Journal of Education and Learning (EduLearn), 15(2), 178-187.
Gea, S. N. A. (2024). Penerapan Strategi Pembelajaran Langsung dalam Meningkatkan Keterampilan Prosedural Siswa. La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam, 16(1), 28-39. https://doi.org/10.62490/latahzan.v16i1.423
Gupta, P. K., Shree, V., Hiremath, L., & Rajendran, S. (2019). The use of modern technology in smart waste management and recycling: artificial intelligence and machine learning. In Recent advances in computational intelligence (pp. 173-188). Cham: Springer International Publishing.
Johan, B., Nugroho, A., & Sari, M. L. (2024). Strategi Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Produksi Pupuk Organik dari Limbah Rumah Tangga. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PEMAS), 1(2), 80-88.
Nguyen, T. T. T., Malek, L., Umberger, W. J., & O'Connor, P. J. (2022). Household food waste disposal behaviour is driven by perceived personal benefits, recycling habits and ability to compost. Journal of Cleaner Production, 379, 134636. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2022.134636
Nitta, R., & Baba, K. (2018). Understanding benefits of repetition from a complex dynamic systems perspective. Learning language through task repetition, 279-309.
Nugraheny, D. C., & Widodo, A. (2021). Pengaruh penerapan model pembelajaran nature of science terhadap pembelajaran sains. Visipena, 12(1), 111-123. https://doi.org/10.46244/visipena.v12i1.1332
Oktarina, E., & Nisa, A. F. (2021). Development of environmental care-based curriculum in improving character education in elementary schools. JHSS (Journal of Humanities and Social Studies), 5(2), 126-130. https://doi.org/10.33751/jhss.v5i2.3713
Purnami, W. (2020). Pengelolaan sampah di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesadaran ekologi siswa. Inkuiri: Jurnal Pendidikan IPA, 9(2), 110-116.
Shail, M. S. (2019). Using micro-learning on mobile applications to increase knowledge retention and work performance: a review of literature. Cureus, 11(8). https://doi.org/10.7759/cureus.5307
Stanley, M. (2023). Qualitative descriptive. Qualitative research methodologies for occupational science and occupational therapy, 52-67.
Sumarmi, A. K., Mutia, T., Sahrina, A., Osman, S., Sholeha, A. W., Wibowo, N. A., & Khairunisa, T. (2024). A technocreativity learning model based on environmental volunteers for waste management. Visions Sustain, 21, 67-95.
Syaifulloh, M. R. (2024). Edukasi lingkungan berbasis masyarakat: pengelolaan sampah mandiri di banaran. Nafi': Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 216-241.
Wan, C., Shen, G. Q., & Choi, S. (2019). Waste management strategies for sustainable development. In Encyclopedia of sustainability in higher education (pp. 2020-2028). Cham: Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-11352-0_194
Widyantari, N. K. S., Suardana, I. N., & Devi, N. L. P. L. (2019). Pengaruh strategi belajar kognitif, metakognitif dan sosial afektif terhadap hasil belajar IPA. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI), 2(2), 151-160.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara IV

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




