Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa melalui Model Blended Learning
Kata Kunci:
berpikir kritis, model blended learning, sekolah dasarAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran matematika materi bangun datar melalui model blended learning. Riset ini adalah penelitian tindakan kelas (action research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) Cileungsi 02 tahun ajaran 2020-2021. Desain penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan Taggart yang berisi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan pengamatan, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi dan Angket untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Hasil Penelitian menunjukan siklus I kemampuan berpikir kritis siswa mencapai angka 58,65% observasi dan 58,46% pada angket. Pada siklus II kemampuan berpikir kritis siswa meningkat menjadi 70,19% pada observasi siswa dan 74,23% pada angket. Pada Siklus III peningkatan kemampuan berpikir kritis meningkat sebesar 82,05% pada observasi siswa dan 83,08% pada angket. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran blended learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD pada pembelajaran matematika.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara III

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




